Aldehida dan Keton
Aldehid adalah
suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah
atau dua buah unsur hidrogen. Aldehid berasal dari “alkohol dehidrogenatum“.
(cara sintesisnya).
Struktur Aldehid : R – CHO
Ciri-ciri aldehid :
1. Sifat-sifat kimia aldehid dan
keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam
derajatnya.Unsur
C kecil larut dalam air (berkurang + C).
2. Merupakan senyawa polar, TD
aldehid > senyawa non polar
3. Sifat fisika formaldehid : suatu
gas yang baunya sangat merangsang
4. Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO
: cairan, baunya tajam, sangat reaktif.
Contoh : Formaldehid = metanal = H-CHO
Sifat-sifat Aldehida
1) Senyawa-senyawa aldehida dengan jumlah atom C rendah (1 s/d 5 atom C) sangat
mudah larut dalam air. Sedangkan senyawa aldehide dengan jumlah atom C lebih
dari 5 sukar larut dalam air.
2) Aldehida dapat dioksidasi menjadi asam karboksilatnya
3) Aldehida dapat direduksi dengan gas H2 membentuk alkohol primer.
Kegunanaan aldehid
Senyawa aldehida yang paling banyak
digunakan dalam kehidupan adalah Formaldehida dan Asetaldehida, antara lain
sebagai berikut :
1) Larutan formaldehida dalam air dengan kadar ±40% dikenal dengan nama
formalin. Zat ini banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dalam
laboratorium musium.
2) Formaldehida juga banyak digunakan sebagai :
a) Insektisida dan pembasmi kuman
b) Bahan baku pembuatan damar buatan
c) Bahan pembuatan plastik dan damar sintetik seperti Galatin dan Bakelit
3) Asetaldehida dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan sebagai :
a) Bahan untuk membuat karet dan damar buatan
b) Bahan untuk membuat asam asetat (As. Cuka)
c) Bahan untuk membuat alkohol
Pembuatan aldehid :
- Oksidasi dari alkohol primer
- Oksidasi dari metilbenzen
- Reduksi dari asam klorida
Keton adalah suatu
senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua
gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. Sifat-sifat sama
dengan aldehid.
Struktur: (R)2-C=O
Contoh : propanon = dimetil keton =
aseton = (CH3)2-C=O
- Sifat : cairan tak berwarna,
mudah menguap, pelarut yang baik.
- Penggunaan : sebagai pelarut.
Contoh lain : asetofenon = metil
fenil keton
Sifat-sifat keton
1. Dapat direduksi dengan gas H2
membentuk alkohol sekunder
2. dioksidasi menghasilkan asam
karboksilat
3. tidak bereaksi dengan pereaksi
Tollens dan Fehling
Kegunaan keton
1. sebagai hipnotik,
2. sebagai fenasil klorida
(kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata.
Pembuatan keton
- Oksidasi dari alkohol sekunder
- Asilasi Friedel-Craft
-Reaksi asam klorida dengan
organologam
Tatanama aldehida dan keton
Dalam sistem IUPAC, aldehida diberi
akhiran –al (berasal dari suku pertama aldehida). Karena aldehida telah
lama dikenal, nama-nama umum masih sering digunakan. Nama-nama tersebut
dicantumkan dibawah nama IUPAC-nya. Karena nama ini sering digunakan, anda
perlu juga mempelajarinya juga.Untuk aldehida yang mempunyai subtituen,
penomoran rantai dimulai dari karbon aldehida. Untuk aldehida siklik, digunakan
awalan-karbaldehida. Aldehida aromatik sering mempunyai nama umum.
Dalam sistem IUPAC, keton diberi akhiran-on
(dari suku kata terakhir keton). Penomoran dilakukan sehingga gugus karbonil
mendapat nomor kecil. Biasanya keton diberi nama dengan menambahkan kata keton
setelah nama-nama gugus alkil atau aril yang melekat pada gugus karbonil. Sama
halnya dengan aldehida nama umum sering digunakan.
Perbedaan aldehid dan keton
Aldehid berbeda dengan keton karena memiliki sebuah atom
hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. Ini menyebabkan aldehid sangat
mudah teroksidasi. Sebagai contoh, etanal, CH3CHO, sangat mudah
dioksiasi baik menjadi asam etanoat, CH3COOH, atau ion etanoat, CH3COO-.
Keton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi.
Keton hanya bisa dioksidasi dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang
memiliki kemampuan untuk memutus ikatan karbon-karbon
Kelarutan dalam air
Aldehid dan keton yang kecil dapat
larut secara bebas dalam air tetapi kelarutannya berkurang seiring dengan
pertambahan panjang rantai. Sebagai contoh, metanal, etanal dan propanon – yang
merupakan aldehid dan keton berukuran kecil – dapat bercampur dengan air pada
semua perbandingan volume. Alasan mengapa aldehid dan keton yang kecil dapat
larut dalam air adalah bahwa walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling
berikatan hidrogen sesamanya, namun keduanya bisa berikatan
hidrogen dengan molekul air.
Salah satu dari atom hidrogen yang
sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke
salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau
keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen.Tentunya juga terdapat gaya
dispersi dan gaya tarik dipol-dipol antara aldehid atau keton dengan molekul
air. Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi yang membantu menyuplai
energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid atau keton satu
sama lain sebelum bisa bercampur.
Apabila panjang rantai meningkat,
maka "ekor-ekor" hidrokarbon dari molekul-molekul (semua hidrokarbon
sedikit menjauh dari gugus karbonil) mulai mengalami proses di atas. Dengan
menekan diri diantara molekul-molekul air, ekor-ekor hidrokarbon tersebut
memutus ikatan hidrogen yang relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa
menggantinya dengan ikatan yang serupa. Ini menjadi proses yang tidak
bermanfaat dari segi energi, sehingga kelarutan berkurang.
PERMASALAHAN:
Bagaimana cara membedakan antara aldehid dan keton? Mengapa
kelarutan aldehid dan keton kecil dalam air?
*diperoleh dari slide-34
Reaksi-reaksi pada aldehida dan keton adalah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Reaksi oksidasi untuk membedakan aldehida dan keton. Aldehid mudah sekali dioksidasi, sedangkan keton tahan terhadap oksidator. Aldehida dapat dioksidasi dengan oksidator yang sangat lemah. Aldehid berbeda dengan keton karena memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. Ini menyebabkan aldehid sangat mudah teroksidasi.Sebagai contoh, etanal, CH3CHO, sangat mudah dioksiasi baik menjadi asam etanoat, CH3COOH, atau ion etanoat, CH3COO-.
BalasHapusKeton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi. Keton hanya bisa dioksidasi dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang memiliki kemampuan untuk memutus ikatan karbon-karbon.
aldehid dan keton yang kecil dapat larut dalam air karena walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya, namun keduanya bisa berikatan hidrogen dengan molekul air.
Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen.
semoga membantu :)
untuk membedakan mana yang termasuk senyawa aldehida dan mana yang termasuk senyawa keton. Selain dengan menggunakan uji tollens untuk membedakan senyawa aldehida dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict. Aldehida lebih mudah di oksidasi dibanding keton. Oksidasi aldehida menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama (Hart, 1990).
BalasHapusAldehid dan keton bias diidentifikasi dan dibedakan berdasarkan kemampuannya bereaksi dengan pereaksi Fehling dan pereaksi Tollens.
BalasHapusPereaksi Fehling merupakan pereaksi yang dapat mengoksidasi senyawa aldehid khusus ny glukosa dan formalin. Glukosa yangditambahkan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata Berbedadengan aldehid, keton tidak bereaksi dengan pereaksi Fehling, hal ini disebabkan oleh struktur dari aseton yang merupakan senyawa keton tidak dapat mengalami oksidasi dikarenakan besarnya halangan sterik pada sekitar atom C-karbonilnya.Senyawa aldehid mampu bereaksi dengan pereaksi Fehling karena masih memiliki atom H pada atom C nomor 1 yang dapat dengan mudah dioksidasi. Setelah dioksidasi,gugus aldehid pada glukosa akan berubah menjadi gugus asam karboksilat.
Pereaksi tollens merupakan pereaksi yang digunakan untuk menentukanadanya gugus karbonil dalam suatu senyawa karbon. Sifat pereaksi ini hanya akan bereaksi dengan aldehid dan tidak bereaksi dengan keton, alkohol, alkena, dan senyawa organik dengan gugus fungsional lain. Pereaksi tollens mengandung ion kompleks ammonia dalam suasana asam. Pereaksi ini dapat mengoksidasi senyawa-senyawa aldehid menjadi asam karboksilat, glukosa yang dioksidasi dengan pereaksi Tollenns akan menjadi senyawa yang sama dengan hasil oksidasi glukosa dengan pereaksi Fehling. Bersamaan dengan itu, pereaksiTollens akan mengalami reduksi menjadi endapan perak berdasarkan reaksi reduksi. Pereaksi Tollens pada percobaan ini tidak bereaksidengan senyawa keton. Hal ini disebabkan oleh alas an yang sama dengan tidak dapat teroksidasinya aseton aleh pereaksi Fehling.
untuk membedakannya bisa dengan cara ujifehling dan uji benedict...,, setahu aq sih itu
BalasHapusAldehida dan keton bereaksi dengan berbagai senyawa, tetapi pada umumnya aldehida lebih reaktif dibanding keton. Kimiawan memanfaatkan kemudahan oksidasi aldehida dengan mengembangkan beberapa uji untuk mendeteksi gugus fungsi ini (Willbraham,1992). Uji Tollens merupakan salah satu uji yang digunakan untuk membedakan mana yang termasuk senyawa aldehida dan mana yang termasuk senyawa keton. Selain dengan menggunakan uji tollens untuk membedakan senyawa aldehida dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict.
BalasHapusmembedakan senyawa aldehid dan keton dengan menggunakan uji fehling dan tollens ....
BalasHapusAldehida dengan pereaksi tollens (oksidator lembut) dioksidasi menjadi asamkarboksilat, yang ditandai dengan terbentuknya endapan cermin perak.....
tolong jelaskan atau sekalian gambarkan struktur pereaksi fehling dan tollen's. thanks before
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapustolong jelaskan atau sekalian gambarkan struktur pereaksi fehling dan tollen's. thanks before
BalasHapus