1. REAKSI ASAM KARBOKSILAT
Asam merupakan zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa asam, dapat merusak permukaan logam sering disebut dengan korosif. Asam juga dapat bereaksi dengan logam dan menghasilkan gas hydrogen, sebagai indikator sederhana terhadap senyawa asam, dapat dipergunakan kertas lakmus, dimana asam dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Asam merupakan zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa asam, dapat merusak permukaan logam sering disebut dengan korosif. Asam juga dapat bereaksi dengan logam dan menghasilkan gas hydrogen, sebagai indikator sederhana terhadap senyawa asam, dapat dipergunakan kertas lakmus, dimana asam dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Basa
merupakan zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, seperti licin jika
mengenai kulit dan terasa getir serta dapat merubah kertas lakmus merah menjadi
biru.
Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum RCOOH.
Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum RCOOH.
Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air pada reaksi netraliasasi.
Air adalah salah satu basa terlalu lemah untuk menghilangkan proton dalam jumlah besar dari kebanyakanasam karboksilat. Basa lebih kuat seperti natrium hidroksida mengalami reaksi sempurna dengan asam karboksilat membentuk garam yang disebut karboksilat. reaksi ini disebut reaksi netralisasi asam basa.
Karboksilat adalah garam berperilaku seperti garam organik; tidak berbau,titik leleh relatif tinggi dan sering mudah larut dalam air. Karena bentuknya ion ,maka sukar larut dalam pelarut organik. Garam natrium dari asam karboksilat ranataihidrokarbon panjang disebut sabun.Karboksilat diberi nama sama seperti garam anorganik. Nama ion karboksilatdiambil dasri nama asam karboksilat asal.Asam karboksilat bereaksi dengan natrium bikarbonat (Na⁺HCO3ˉ)menghasilkan natrium karboksilat dan asam karbonat (H2CO3).
Asam karbonat tidak stabil dan membentuk gas karbon dioksida dan air. Alkohol dan kebanyakan fenoltidak membentuk garam bila ditambah NaHCO3 karena mereka kurang asamdibandingkan asam karbonat.
Dengan mereaksikan asam karboksilat dengan asam kuat atau sedang
kan mengubah garam kembali menjadi asam karboksilat.
2. REAKSI OKSIDASI PADA
ALKANA
Alkana
sukar dioksidasi oleh oksidator lemah atau agak kuat seperti KMNO4,
tetapi mudah dioksidasi oleh oksigen dari udara bila dibakar. Oksidasi yang
cepat dengan oksigen yang akan mengeluarkan panas dan cahaya disebut pembakaran.
Hasil
oksidasi sempurna dari alkana adalah gas karbon dioksida dan sejumlah air.
Sebelum terbentuknya produk akhir oksidasi berupa CO2 dan H2 O, terlebih dahulu terbentuk alkohol,
aldehid dan karboksilat.
Alkana
terbakar dalam keadaan oksigen berlebihan dan reaksi ini menghasilkan sejumlah
kalor (eksoterm)
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2 + 212,8 kkal/mol
C4H10 + 2O2 → CO2 + H2O + 688,0 kkal/mol
Reaksi
pembakaran ini merupakan dasar penggunaan hidrokarbon sebagai penghasil kalor
(gas alam dan minyak pemanas) dan tenaga (bensin), jika oksigen tidak mencukupi
untuk berlangsungnya reaksi yang sempurna, maka pembakaran tidak sempurna
terjadi. Dalam hal ini, karbon pada hidrokarbon teroksidasi hanya sampai pada
tingkat karbon monoksida atau bahkan hanya sampai karbon saja.
2CH4 + 3O2 → 2CO + 4H2O
CH4 + O2 → C + 2H2O
Penumpukan
karbon monoksida pada knalpot dan karbon pada piston mesin kendaraan bermotor
adalah contoh dampak dari pembakaran yang tidak sempurna. Reaksi pembakaran tak
sempurna kadang-kadang dilakukan, misalnya dalam pembuatan carbon black,
misalnya jelaga untuk pewarna pada tinta.
Alkana dapat mengalami
oksidasi dengan gas oksigen, dan reaksi pembakaran ini selalu menghasilkan
energi. Itulah sebabnya alkana digunakan sebagai bahan bakar. Secara
rata-rata, oksidasi 1 gram alkana menghasilkan energi sebesar 50.000 joule.Reaksi pembakaran sempurna:
CH4 + 2 O2-> CO2 + 2 H2O + energi
Reaksi pembakaran tidak sempurna:
CH4 + 3/2 O2-> CO + 2 H2O + energi

permasalahan 1:
BalasHapusAsam karboksilat dapat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air pada reaksi netraliasasi. sedangkan dengan mereaksikan asam karboksilat dengan asam kuat atau sedang kan mengubah garam kembali menjadi asam karboksilat, yang jadi permaslahan adalah bagaimna jika asma karboksilat direaksikan dengan asam lemah apa yang dihasilkan?
permasalahan 2:
Alkana terbakar dalam keadaan oksigen berlebihan dan reaksi ini menghasilkan sejumlah kalor (eksoterm). yang jadi permasalahan nya adalah bagaimana jika tetap dalam keadaan oksigen berlebihan alkana dapat terbakar tetapi reaksi yanag berlangsung adalah reaksi endoterm, apa yang perlu ditambahkan atau dikurangi dalam reaksi itu?